This is only a way to guide me find out who I am, how I feel and how things are connected to me.

Tuesday, February 6, 2007

Daripada Bete, Nulis Aja!

Stop! Jangan pelesetkan judul di atas jadi begini:
Daripada Nulis, Bete Aja!




Memang, untuk sebagian orang menulis bukan hal yang dibiasakan, bahkan bisa dibilang: bosen tau!. Tapi, untuk sebagian yang lain, menulis itu kebutuhan. Sebabnya, kediam-diaman hati rupanya bisa disuarakan lewat tulisan. Nah! Disinilah sulitnya menulis bagi seorang penulis pemula. Gimana sih, caranya membuat tulisan yang “bersuara” dan “pandai bercerita”?

Mari kita berandai-andai. Anggap kesulitan ini sebagai penyakit “kaku-tulis”. Kemudian, anggap saya sebagai dokter spesialis “penyakit tulis”. Saya punya satu resep jitu yang boleh anda buktikan sendiri khasiatnya.

Coba baca buku karangan Caryn Mirriam-Goldberg, P.Hd yang berjudul Daripada Bete, Nulis Aja!, terbitan Kaifa. Dalam buku ini disajikan berbagai ide untuk memulai sebuah tulisan. Diantaranya adalah:

1. Menceritakan riwayat hidup, misalnya melalui diary, tetapi dari sisi yang berbeda
2. Membayangkan wujud dunia luar dari sudut pandang hewan tertentu
3. Membayangkan bertemu dengan seseorang yang ingin kita temui secara tidak sengaja di tempat yang biasa kita lewati

Untuk memperoleh khasiat buku ini, jangan cuma dibaca. Keep on reading and writing! Apalagi kalau anda adalah seorang pendidik, budaya membaca dan menulis sungguh merupakan obat paling mujarab untuk memperkaya khasanah pengetahuan kita.

Menulis itu menyusahkan, memperlihatkannya memalukan. Anda setuju? Berarti anda termasuk pasien kambuhan kaku-tulis. Hehehe. Tidak selamanya nekat itu jelek, apalagi nekat mempublikasikan tulisan anda (hajar, bleh!). Mau tahu tulisan saya yang lain? Baca saja di sini.



Happy Reading & Writing!

Thursday, February 1, 2007

Story of a Name

Once upon a time, the prophet Ibrahim went to India with his wife, Siti Sarah. They were trying to teach tauhid to the people. But then, the influence of the Indian people was very strong. As time passed, the name Ibrahim and Siti Sarah no longer known. The Indian people only notice that the man with long beard was the Brahman. And the lady with smart ideas was Sarasvati.



Hi, visitors. I've heard this story from a friend. I have not conduct any survey to check this info yet. Whenever you browse or read related articles or sites, I'd love to hear any info about this. I dont have any intention to give you the wrong info, so please do not quote the story.




Monday, January 15, 2007

Status: complicated

Hati kita itu sangat luas...
Kita gak mungkin dedikasikan hati kita untuk satu orang saja...
Selalu ada tempat di hati kita
untuk orang lain: orang tua, saudara, teman, negara

Makanya kita bodoh amat kalo kita egois untuk menuntut seluruh perasaan orang lain dikasih ke kita

A friend told me that. Hmm, it's complicated. But still, whether you agree or not, the answer always back to you. God gave us the freewill and courage to decide and do what you want. But then, there are consequences waiting.

And I told this to myself.

Sebutir Pagi Buta (Temanku)

Kutulis namamu di sebutir keagunan
Engkaulah sahabat jiwa yang bernafas
Dalam detak jantungku

Pemilik mata bak permata
Pemilik senyum malaikat pemberi rizki
Indah namamu dilukis pujangga
Lirih rupamu dipuja dewa-dewa surga

Kala awan hitam melingkupi, kubertanya atas kelamnya
Jauhlah kilat yang kan meleburmu
Saat matahari menerangi,
ku bahagia atas senyummu

Cerita-cerita bijak kita kan halangi terik membakar
Dipagi buta hanya syukur atas hadirmu
Walau tak seorang akan menduga
yang kan terjadi di antara hari yang merambat

Jiwa apa yang kamu nantikan
Raga apa yang kau cari
Mengapa kita tak berlari,
dan kita bersama saling mengerti nanti

Sampai penghujung yang penuh misteri.

-------------
This poem submitted by Kang Gaver to Sara.
Glad to see you, man!

Di Bawah Tangga (Sekarang Berubah Jadi Lab Komputer Baru yang Aneh)

Gelombang perasaan datang tiba-tiba. Kerinduan yang berjejalan sampai dadaku terasa berdenyar. Sekejap aku merasa hidup di masa lalu, pada persahabatan kita yang penuh teriakan riang gembira. Dengan kebisuan dinding merah bata, ceruk sempit segitiga dan lekuk setengah melingkar satu depa di atas kepala, serta jeruji besi yang sekarang sudah jadi jendela kaca.

Penuh cinta.
--------------------
(cieegh..segitunya, neng..!)

Wednesday, October 25, 2006

Cerita Kita yang Baru

Kali ini masih latihan menulis. Masih sering mentok dan gak bisa ngungkapin apa-apa. Wah, bahaya ini. Harus segera dilawan dengan latihan menulis, menulis dan menulis lagi. Ditambah membaca, membaca, dan membaca lagi yang banyak dan bervariasi.

Sekarang lagi baca Fight Club (Chuck Palahniuk, 1996) dan Digital Library Use (Bishop, House & Buttenfield, 2003). Buat skripsi tuh yang disebut terakhir. (Doakan ya...!)Selamat membaca.

Monday, September 25, 2006

Why Should I Publish This Blog?

Being a librarian drives me to develop my writing skills. Not only in Bahasa Indonesia, my mother language, but also in English - espescially since Im working for a local school with international scope. In fact, writing is not a hard activity. All we have to do just decide a theme, pick certain topic, make the outline and write down the ideas. But in contrary, lack of supporting informations will end with boring writing and increasing difficulties in delivering ideas. So read a lot to find more ideas and information!

The problems mentioned above already enough to encourage me to read and write more often. If those aren't enough, there are few problems exist. I'm teaching journalism as extracurricular for 10th and 11th graders in SMA Lazuardi, Depok, Indonesia. I dont have any educational background in journalism, but this is an opportunity to promote the library. So I have to read lots of resources about it. Im not going to teach without any preparation, right?

Beside that, Im writing my thesis to get my bachelor degree in Library and Information Science, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, University of Indonesia. What can I do without reading any references and writing activities?

But most of all, reading and writing are ways to communicate with the world, the community, the people. By reading, we see further from the shoulder of the giants. By writing, we step further more.For me, reading and writing help me to find out who I am.

How about you?

Tell me then.